Rabu, 29 Juni 2016

Download Skripsi HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS DAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas, gaya belajar dan prestasi belajar matematika siswa serta hubungan antara kreativitas dan gaya belajar dengan prestasi belajar matematika siswa SMP di Godean.
Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dan expost facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Godean. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Diperoleh perwakilan sekolah kualitas tinggi adalah SMP Negeri 1 Godean, sekolah kualitas menengah adalah SMP Negeri 2 Godean, dan sekolah kualitas rendah adalah SMP Muhammadiyah 2 Godean.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Angket untuk memperoleh data kreativitas dan gaya belajar, sedangkan dokumentasi untuk memperoleh data prestasi belajar matematika. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji analisis regresi dan korelasional. Data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah data kreativitas, data gaya belajar dan data prestasi belajar matematika.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa kelas VII SMP di Godean memiliki kreativitas cukup tinggi sebanyak 49,42%, gaya belajar yang dominan adalah gaya belajar visual sebesar 44,1%, dan prestasi belajar yang cukup kompeten sebanyak 37,21%; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kreativitas dan gaya belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP di Godean. Dengan persamaan regresi Yˆ = 19,610 + 0,802 X1 + 0,177 X2, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,906 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,820, atau variansi prestasi belajar matematika 82% dapat dijelaskan oleh variabel kreativitas dan variabel gaya belajar; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kreativitas dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP di Godean. Dengan persamaan regresi Yˆ = 29,848 + 0,835 X1, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,900 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,809, atau variansi prestasi belajar matematika 80,9% dapat dijelaskan oleh variabel kreativitas; (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP di Godean. Dengan persamaan regresi Yˆ = 33,254 + 0,630 X2, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,393 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,154, atau variansi prestasi belajar matematika 15,4% dapat dijelaskan oleh variabel kreativitas dan variabel gaya belajar.


Selasa, 28 Juni 2016

Judul : Pengaruh Inovasi Produk Terhadap Purchase Intention (Studi Pada: Starbucks VIA) Skripsi ini membahas tentang pengaruh inovasi produk terhadap purchase intention.

Nama : Dina Uliana Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga UI

Klik Disini Untuk Download Skripsi Full

Penelitian ini akan menggunakan riset eksploratif terlebih dahulu untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai permasalahan penelitian, kemudian hasil riset eksploratori ini akan menjadi input bagi riset. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa dari ketiga dimensi inovasi produk yang berpengauh langsung dan positif terhadap purchase intention adalah innovation attributes. Sedangkan adoption risk dan behavior change tidak berpengaruh langsung dan tidak positif terhadap purchase intention. Hal ini menujukkan bahwa konsumen akan berminat membeli Starbucks VIA apabila innovation attributes yang ditawarkan baik. 

Klik Disini Untuk Download Skripsi Full

Download Skripsi Lengkap IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SEKOLAH TERBUKA DI SMP TERBUKA KANDANGHAUR INDRAMAYU JAWA BARAT

 Oleh Sony Ferry Andiyansyah NIM. 07110241019 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan sekolah terbuka di SMP Terbuka Kandanghaur Indramayu Jawa Barat dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan sekolah terbuka di SMP Terbuka Kandanghaur Indramayu Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru, orang tua siswa dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Terbuka Kandanghaur merupakan pendidikan kompensatorik, pengganti yang statusnya paralel dengan lembaga yang ada. SMP Terbuka berinduk pada SMP regular yang ada, dengan raport dari sekolah induk, dan ijazahnya pun sama, dengan perlakuan yang berbeda. Kurikulum yang digunakan adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang pengembangannya disesuaikan dengan minat, bakat, latar belakang siswa, keunggulan dan ketersediaan sumber daya yang dimiliki dan berbasiskan penelitian dan teknologi informatika. Dalam pembelajarannya sekolah menggunakan buku paket dan cetakan modul. Guru berperan sebagai pendamping, fasilitator dan sumber belajar. Siswa SMP Terbuka merupakan siswa KMS, ruang penunjang belajar dan sarana prasarana jumlahnya sudah memadai. Pembangunan kesadaran melalui kelompok belajar, pembelajaran kewirausahaan, jaminan pendidikan dari pemerintah kabupaten bagi siswa yang tidak mampu, merupakan faktor pendukung dalam implementasi kebijakan SMP Terbuka Kandanghaur. Sedangkan faktor sosiokultur kehidupan masyarakat yang lebih mementingkan material, rendahnya persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan merupakan penghambat dalam kesuksesan program wajib belajar sembilan tahun di Kabupaten Indramayu, tanpa adanya kerja sama dan kesadaran dari semua pihak kebijakan SMP Terbuka yang telah dirancang dengan anggaran yang cukup besar akan kurang maksimal dalam mensukseskan program wajib belajar sembilan tahun. 

Download Skripsi ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENGEMBANGAN AGROFORESTRI DI KAWASAN HUTAN BROMO KARANGANYAR

Eka Rastiyanto A H0403036. 


Dewasa ini telah terjadi pembukaan lahan hutan secara besar – besaran yang dapat menimbulkan banyak kerusakan lingkungan. Salah satu penyebab pembukaan lahan hutan adalah semakin berkurangnya lahan pertanian di Indonesia yaitu dengan membuka dan mengalih fungsikan hutan menjadi lahan pertanian. Agroforestri merupakan salah satu cara untuk mengatasi alih guna lahan tersebut. Agroforestri merupakan salah satu sistem pertanian yang berkelanjutan dengan menggunakan sebagian lahan hutan sebagai pengganti lahan pertanian tanpa merusak ekosistem dan kondisi lingkungan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi, mengkaji sumber-sumber kebijakan (dana atau incentive dan fasilitas-fasilitas), Mengkaji kecenderungankecenderungan atau tingkah laku pelaksana dan mengkaji Struktur Birokrasi dalam implementasi kebijakan pengembangan agroforestri kawasan hutan Bromo Karanganyar Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kualitatif, metode dasar penelitian adalah metode deskriptif, Pemilihan lokasi dalam penelitian ini diambil secara purposive (sengaja), penentuan informan dilakukan dengan menggunakan metode snowball sampling, jenis sumber data dalam penelitian ini adalah: Manusia (informan), Peristiwa (aktivitas) dan Tempat (lokasi) serta data tertulis, Teknik pengumpulan data dengan wawancara atau diskusi, observasi, pencatatan, kajian dokumen dan arsip validitas data yang digunakan adalah triangulasi, Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas telah mengetahui konsep, tujuan dan sasaran program, pemilihan petugas implementator didasarkan atas pengalaman dan kemampuan berkomunikasi, petugas implementator diberikan pembekalan khusus untuk menunjang kemampuan tugasnya (kewirausahaan, pengelolaan lahan, dan manajerial), pesan bersifat mudah dalam menyampaikan maupun menerimanya, teknik penyampaian pesan menggunakan simulasi, training, wawancara, dan pertemuan atau koordinasi, sikap masyarakat terhadap program adalah menerima dan melaksanakannya. Sumber-sumber kebijakan berupa dana sudah mencukupi kebutuhan, dukungan fasilitas masih belum mencukupi kebutuhan yang ada sehingga dapat menjadi kendala dalam implementasi. Faktor-faktor yang mendasari petugas untuk menjalankan fungsinya adalah kewajiban sebagai pegawai Perum Perhutani, kebutuhan untuk bermasyarakat, kenaikan jenjang karir kepegawaian yang membutuhkan suatu prestasi dan reputasi yang baik, dan menyampaikan ilmu-ilmu yang didapatkan serta sebagai aktualisasi kemampuan. struktur birokrasi terdapat pembagian kerja yang jelas, akan tetapi dalam penerapannya belum terlaksana dengan baik, terdapat hirarki wewenang yang jelas, prosedur seleksi yang formal, peraturan yang tegas, kenaikan jabatan berdasakan senioritas dan didukung oleh prestasi kerja. 

Download Skripsi Lengkap, KLIK DISINI

DOWNLOAD SKRIPSI LENGKAP PENGARUH PEMBERIAN MEDIA ANIMASI TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI SEIMBANG PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI TANJUNG DUREN UTARA 01 PAGI JAKARTA BARAT

NURUL LOLONA LINGGA
Klikdisini untuk DOWNLOAD Skripsi lengkapnya

Guna mencapai kesehatan dan status gizi yang optimal diperlukan adanya pedoman gizi seimbang di setiap negara. Namun, sosialisasi dan penerapan gizi seimbang dalam masyarakat nyatanya belum berlangsung secara optimal. Salah satu faktor yang menyebabkan masih kurangnya perilaku gizi seimbang karena masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang 10 PUGS. Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, salah satunya adalah memberikan pendidikan gizi melalui media. Media pendidikan gizi yang digunakan pada penelitian ini adalah animasi Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian media animasi terhadap perubahan pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa kelas VI SDN Tanjung Duren Utara 01 Pagi Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini adalah quasi experiment dengan menggunakan rancangan one group pretest- postest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015. Populasi studi penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Tanjung Duren Utara 01 Pagi Jakarta Barat. Sampel dengan jumlah 39 siswa. Analisis data menggunakan paired t-test Hasil: Rata-rata skor pengetahuan gizi seimbang sebelum pemberian media animasi adalah 36.90 ± 4.22, sedangkan rata-rata skor pengetahuan gizi seimbang sesudah pemberian media animasi adalah 39.28 ± 4.76. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian media animasi terhadap perubahan pengetahuan (p=0.003). Rata-rata skor sikap gizi seimbang sebelum pemberian media animasi adalah 64.51 ± 4.26, sedangkan rata-rata skor sikap gizi seimbang sesudah pemberian media animasi adalah 71.03 ± 5.82. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian media animasi terhadap sikap (p=0.000) Kesimpulan: Media animasi dapat menjadi salah satu media audiovisual yang berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa SD.

HUBUNGAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK SE-KABUPATEN SLEMAN

Oleh : Adi Kristianto 05504244045 


Saat ini masih banyak siswa yang tidak mempunyai lingkungan pergaulan/sosial yang kondusif sehingga dalam mempelajari mata pelajaran mereka mengalami hambatan. Banyak kita dapatkan bahwasanya lingkungan social sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, apalagi terhadap prestasi belajar sekolah, banyak siswa yang kegiatannya hanya bermain dengan teman-temannya, mereka tidak mau belajar dikarenakan teman-teman yang lain juga tidak belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan keluarga dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012; 2) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012; 3) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan masyarakat dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012. Penelitian ini bersifat ex-post facto dengan sampel 200 siswa dari total populasi 671 siswa yang dipilih secara Proportionate Random Sampling dan Nomogram Harry King untuk menentikan populasi dengan tingkat kesalahan 5%. Populasi didapatkan dari SMK jurusan otomotif kelas XI, yang berjumlah 16 SMK dan terdiri dari 2 SMK Negeri dan 14 SMK swasta. Data ini dianalisis secara pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Lingkungan Keluarga berhubungan positif dan signifikan dengan Prestasi Belajar (r=0,391; p<0,05); Lingkungan Sekolah berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi Belajar (r=0,556; p<0,05); Lingkungan Masyarakat berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi Belajar (r=0,249; p<0,05). Lingkungan Sekolah memiliki hubungan yang terkuat dan Lingkungan masyarakat memiliki hubungan yang terlemah dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman. Semakin besar angka koefisien korelasi, berarti semakin baik model korelasi tersebut karena variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat secara lebih baik. 

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II SMU LAB SCHOOL JAKARTA TIMUR

AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH NIM : 981703229 UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I

Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. Namun, menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang, tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.
            Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, maka akan meningkatkan prestasi belajar. Hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU dan Hipotesis nihil (Ho) adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar sebagai variable terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur yang seluruhnya berjumlah 240 orang. Sampel penelitian adalah 148 siswa, menggunakan metode proporsional random sampling. Dalam pengumpulan data digunalan metode skala untuk kecerdasan emosional berdasarkan teori Daniel Goleman yang terdiri dari mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain; dan untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan metode pemeriksaan dokumen dengan melihat nilai rapor semester I. Nilai korelasi yang diperoleh pada analisis validitas instrumen dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson berkisar antara 0,320 - 0,720 dan p berkisar antara 0,000 - 0,008. Berdasarkan pada taraf signifikan 0,05 diperoleh 85 item valid dan 15 item gugur dari 100 item yang ada pada skala kecerdasan emosional. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh 0,9538 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach.

            Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,248 dengan p 0,002 (<0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.