Oleh : Adi Kristianto
05504244045
Saat ini masih banyak siswa yang tidak mempunyai lingkungan
pergaulan/sosial yang kondusif sehingga dalam mempelajari mata pelajaran
mereka mengalami hambatan. Banyak kita dapatkan bahwasanya lingkungan
social sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, apalagi terhadap
prestasi belajar sekolah, banyak siswa yang kegiatannya hanya bermain dengan
teman-temannya, mereka tidak mau belajar dikarenakan teman-teman yang lain
juga tidak belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui hubungan
antara lingkungan keluarga dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan
Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012; 2)
Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar
Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman
tahun ajaran 2011/2012; 3) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan
masyarakat dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik
Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012.
Penelitian ini bersifat ex-post facto dengan sampel 200 siswa dari total
populasi 671 siswa yang dipilih secara Proportionate Random Sampling dan
Nomogram Harry King untuk menentikan populasi dengan tingkat kesalahan 5%.
Populasi didapatkan dari SMK jurusan otomotif kelas XI, yang berjumlah 16
SMK dan terdiri dari 2 SMK Negeri dan 14 SMK swasta. Data ini dianalisis
secara pearson product moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Lingkungan Keluarga
berhubungan positif dan signifikan dengan Prestasi Belajar (r=0,391; p<0,05);
Lingkungan Sekolah berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi Belajar
(r=0,556; p<0,05); Lingkungan Masyarakat berhubungan positif dan signifikan
dengan prestasi Belajar (r=0,249; p<0,05). Lingkungan Sekolah memiliki
hubungan yang terkuat dan Lingkungan masyarakat memiliki hubungan yang
terlemah dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik
Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman. Semakin besar angka koefisien korelasi,
berarti semakin baik model korelasi tersebut karena variabel bebas dapat
menjelaskan variabel terikat secara lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar